October 14, 2019

Bung Ben : Tukang Fitnah Adalah Orang Yang Keji Dan Sakit Jiwa

Dalam kehidupan sosial sehari-hari, kita tentunya bergaul dengan beragam orang dari latar belakang yang berbeda, tidak saja dilingkungan tetangga tetapi juga di lingkungan luar wilayah di mana kita tinggal, adalah hal yang tidak mengherankan jika selama dalam melakukan pergaulan dan berinteraksi dengan masyarakat, sahabat, maupun kelompok dalam jaringan, tidak luput dari yang namanya perasaan iri, dengki dan tidak suka antar sesama teman sendiri ataupun antar tetangga, lalu muncullah apa yang kita sebut dengan nama FITNAH. Munculnya fitnah pastinya di sebabkan karena adanya rasa tidak suka dengan seseorang, biasanya sebagai akibat orang yang tidak disukai tersebut lebih mudah mendapatkan sesuatu atau kalah dalam bersaing mendapatkan sesuatu. Akibat fitnah ini berdampak sangat luas baik dari pihak yang terfitnah maupun yang memfitnah, lebih parah lagi, menurut tokoh literasi dan tokoh politisi kalimantan barat Beni Sulistyo yang akrab di sapa bung ben, Fitnah merupakan sebuah perbuatan keji dan orang yang suka memfitnah memiliki kelainan jiwa.

Dalam catatan pada laman facebook bung ben yang kami kutip, lebih jauh beliau memberikan secara umum gambaran terhadap apa yang disebut sebagai tukang fitnah atau di istilahkan dengan sebutan Fitnahker, untuk lebih jelasnya berikut catatan khusus bung ben yang kami kutip dari laman status facebooknya :

Fitnahker atau tukang fitnah adalah orang yang keji. Kerjaan utamanya adalah menjelek-jelekan orang lain dengan cerita-cerita bohong yang dibuat-buat. Seorang fitnahker biasanya memilki tingkat intelektual yang tinggi. Namun, tak diiringi dengan kesehatan jiwa yang baik. Jiwanya sakit. Karena itu, ia mampu menganalisis dan mengenali orang lain jauh lebih baik, namun tak pernah mampu menganalisis dan mengenali dirinya sendiri. Makanya seorang fitnahker seringkali merasa sebagai orang yang paling benar, sementara orang lain akan selalu divonisnya sebagai pihak yang salah.

Baca Juga   Style Hitam Putih Mr Brank, Booming Dikalangan Anak Muda Milenial

Seorang fitnahker seringkali memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Khususnya komunikasi lisan. Tapi banyak pula yang memilki kemampuan dalam menulis. Dengan kemampuan komunikasi di atas rata-rata orang kebanyakan inilah seorang fitnahker seringkali mampu meyakinkan orang lain untuk membenci orang atau sekelompok orang dengan cerita-cerita bohong hasil ciptaannya di kepala. Saat ada orang yang percaya dengan materi fitnahnya, ia akan merasa terhibur. Jika orang lain sudah ikut-ikutan membenci obyek fitnahan ia akan merasa menjadi orang yang hebat. Anehkan? Ya begitulah orang yang punya penyakit jiwa.

Dengan problema mental seperti itu, seorang fitnahker sangat mudah dikenali karakternya. Apa saja?

Yang pertama, ia akan selalu sibuk mencari kesalahan orang lain. Waktunya habis untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Jika ada sesuatu yang aneh, ia akan tampil sebagai tukang stempel yang menguatkan konstruksi cerita buruk yang sedang ia bangun terhadap orang lain.

Yang kedua, seorang fitnahker tak punya sahabat dekat. Orang yang dekat dengan dirinya datang dan pergi silih berganti. Awalnya dekat karena keahliannya dalam berkomunikasi. Lalu pergi setelah tahu borok-borok mental yang bercokol dalam diri sang fitnahker. Orang juga tak akan betah bersama dengan si fitnahker karena ia akan sering mengajak kita untuk memusuhi orang lain tanpa alasan yang jelas.

Yang ketiga, sensitif dan mudah tersinggung. Seorang fitnahker itu bisa marah tingkat dewa jika eksistensinya diganggu. Ia suka mencubit orang lain, tapi giliran dicubit ia akan mudah marah. Aneh!

Yang keempat, ia tak bisa bekerja dalam sebuah tim. Timnya tak akan pernah betah kerja bersama dengan dirinya, karena ia ingin selalu benar, selalu ingin menang sendiri. Ya mana ada orang yang nyaman berdekatan dengan orang seperti itu. Lagian lama-kelamaan kawan-kawan dalam timnya akan berfikir, “orang yang hebat saja dijelek-jelekin apalagi aku”

Baca Juga   Luncurkan Jilbab Instan untuk Pipi Tembem, Marbi Tawarkan Jilbab Syari dengan Kualitas Terjamin

Yang keempat, si fitnahker ini tak pernah lebih baik dari orang yang difitnahnya. Karena ia lebih sibuk mempersoalkan kualitas orang lain daripada kualitas dirinya sendiri. Makanya teliti dulu orang yang difitnahnya, lalu bandingkan dengan dirinya. Maka, kita akan menemukan ia tak akan lebih baik dari orang yang difitnahnya.

Dan terakhir, yang kelima si fitnahker ini tak bisa bekerja dengan baik. Sebab, ia lebih sibuk berbicara menyelidiki orang lain, daripada bekerja, apalagi membela nasib orang lain. Makanya, kalau ia seorang pengusaha, partner bisnisnya berganti terus.

Cara Mengatasi Seorang Fitnahker

Orang yang suka menjelek-jelekan orang lain itu sejatinya sedang mengalami sakit jiwa. Sakit jiwa itu dapat menulari diri kita. Oleh karena itu, jika berjumpa dengan orang-orang dengan karakter di atas segeralah menjauhi. Jika kita berkawan dengannya di media sosial, segera tekan tombol unfollow. Jika tidak, maka secara perlahan, sakit jiwa yang diidap oleh si fitnaker akan menjangkiti jiwa sehat kita.

Jangan merespon apapun yang dibicarakan seorang fitnaker terhadap kita. Percuma saja. Karena seorang fitnahker kronis tak bisa di beri tahu. Ia tak suka makan tahu. Sukanya memakan daging saudaranya sendiri.

Mari jaga jiwa kita agar selalu sehat dan bahagia, dan selalulah memohon kepada Allah agar terlepas dari penyakit mental: iri, dengki, sombong, ujub dan tinggi hati.

___

Beni Sulastiyo
Analis Bangsa Hewan MunzalanAgro

sumber : https://www.facebook.com/benisulastiyo45/posts/10218853535159501

Bagikan Jika Bermanfaat :

admin

Admin Jangkar Blogger

View all posts by admin →

One thought on “Bung Ben : Tukang Fitnah Adalah Orang Yang Keji Dan Sakit Jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *